Selasa, 22 November 2011

adminitrasi pendidikan

BAB I
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ruang Lingkup Dan Fungsi Pokok Administrasi Dan Supervisi Pendidikan

Pengertian dasar tentang administrasi itu akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi pendidikan seutuhnya. Secara sederhana administrasi berasal dari bahasa latin “ad” dan “ministro”. Ad artinya kepada sedangkan ministro artinya melayani. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi itu merupakan pelayanan atau pengabdian terhadap subjek tertentu. Ruang lingkup yang tercakup dalam administrasi pendidikan adalah sangat banyak dan luas. Tetapi yang sangat penting dan perlu diketahui oleh para kepala sekolah dan guru-guru pada umumnya ialah sebagai berikut:
a.       Bidang tata usaha sekolah, meliputi
1)      Organisasi dan struktur pegawai tata usaha
2)      Anggaran belanja keuangan sekolah
3)      Keuangan dan pembukuannya
4)      Korespondensi dan lain sebagainya
b.      Bidang personilia murid meliputi
1)      Organisasi murid
2)      Masalah kesehatan murid dan lain-lain
c.       Bidang personilia guru, meliputi
1)      Pengangkatan dan penempatan tenaga guru
2)      Organisasi personel guru dan lain-lain
d.      Bidang pengawasan
1)      Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing sebaik-baiknya.
2)      Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya.



Fungsi Administrasi Pendidikan
Menurut Pandangan administrato adalah Administrator bertanggung jawab untuk mengolah sistem pendidikan.
Menurut Pandangan Psikologi adalah Mereka mengaitkan ukuran sekolah yang produktif dengan perubahan perilaku dari peserta didik, yang mencakup pertambahan pengetahuan nilai dan peningkatan kemampuan lainnya dan mengaitkan pula dengan input yang tersedia.
Fungsi Supervisi Pendidikan
Menurut Swearingen memberi 8 fungsi supervisi yaitu:
Ø  Mengkoordinasi semua usaha sekolah
Ø  Memperlengkapi kepemimpinan sekolah
Ø  Memperluas pengalaman guru-guru
Ø  Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif
Ø  Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus
Ø  Menganalisa situasi belajar mengajar
Ø  Memberikaan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staff
Ø  Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru
B.     Tujuan dan Peranan Supervisi dalam Pendidikan

Tujuan dari supervisi dalam pendidikan ialah memperkembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Usaha kearah perbaikan belajar dan mengajar ditujukan akhir dari pendidikan yaitu pembentukan pribadi anak secara maksimal.
Secara operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan :
a.       Membantu guru melihat dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan
b.      Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid-murid
c.       Membantu guru dalam menggunakan methode-methode dan alat-alat pelajaran modern.
d.      Meningkatkan keefektifan dan keefesienan sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa.
e.       Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdayaguna dan terlaksana dengan baik.

Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor nampak dengan jelas peranannya. Sesuai dengan pengertian hakiki dari supervisi itu sendiri, maka peranan supervisor ialah memberi support, membantu, dan mengikut sertakan. Peran seorang supervisor ialah menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas, dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab.

C.    ASPEK – ASPEK ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Kata “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministro. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris, yang berarti “ke” atau “kepada” dan ministro sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti “melayani”, “membantu”, “mengarahkan”. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula mengatur, memelihara (to after) dan mengarahkan (Drs. The Liang Gie, 1978, Pengertian Kedudukan dan Perincian Ilmu Administrasi. Karya Kencana, Yogyakarta, hal: 9).

Jadi kata “Administrasi” dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur suatu kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.

Beberapa rumusan tentang pengertian administrasi pendidikan dikemukakan antara lain;
1.      Monre (1952) Administrasi pendidikan adalah pengarahan, pengawasan, pengelolaan, segala hal yang berkaitan dengan sekolah, termasuk administrasi pembayaran. Dalam arti segala aspek yang berkaitan dengan sekolah harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan pndidikan.
2.      Nasution (1972), administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, semua kegiatan, kependidikan adalah proses memanfaatkan sumber daya pendidikan melalui kerja sama sejumlah orang dengan melaksanakan fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

a.      Dasar dan Tujuan
Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu deperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Terdapat banyak dasar administrasi antara lain;
1)      Prinsip efisiensi
Sesorang akan berhasil dalam tugasnya bila mana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada.

2)      Prinsip pengelolaan
Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengarah dan mengontrol.

3)      Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan
Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama, seorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif.

4)      Prinsip kepemimpinan yang efektif
Seseorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif, yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antara manusia., dimensi pelaksanaan tugas, dan dimensi situasi dan kondisi yang ada.

5)      Prinsip kerjasama
Seseorang administrator akan berhasil dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerja sama diantara oarang-orang yang terlibat, baik secara horizontal majupun vertikal.
Perlu ditambahkan bahwa ada dua asas yang dapat dipergunakan sebagai landasan kerja kegiatan administrasi pendidikan disekolah, yaitu; asas idiil dan asas operasional.
1)      Asas idiil
Pelaksanaan administrasi pendidikan disuatu negara tergantung pada sistem pendidikan yang dianut oleh suatu negara.
2)      Asas operasiona
Sebagaimana telah diketahui, bahwa dalam rangka men capai tujuan pendidikan nasional seperti dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sistem pendidikan disekolah indonesia telah mengalami pembaruan. Upaya pembaruan itu dilakukan antara lain juga untuk meningkatkan mutu pendidikan ditingkat sekolah.

b.      Macam-Macam dan Tujuan Administrasi dalam Pendidikan
A. Administrasi Program Pengajaran

1. Pengertian
Administrasi program pengajaran merupakan kegiatan yang meliputi pengaturan
seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan
kemampuan siswa sesuai dengan tujuan sekolah.

2. Tujuan
Tujuan administrasi program pengajaran adalah sebagai pedoman :
- perencanaan aktivitas pembelajaran di sekolah
- pelaksanaan pembelajaran di sekolah
- pengendalian pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan
- pengukuran tingkat keberhasilan aktivitas pembelajaran di sekolah

3. Komponen Administrasi Program Pengajaran
a. Penelaahan program pengajaran
b. Rencana program pengajaran
c. Pengembangan kurikulum muatan lokal


Tujuan kurikulum muatan lokal adalah :
- memanfaatkan sumber daya alam, sosial dan budaya masyarakat dalam  pembelajaran
- memenuhi kebutuhan daerah berkaitan dengan pendidikan
- mengembangkan budaya setempat daerah
d. Penyusunan program pengajaran
e. Pelaksanaan pembelajaran
f. Pengendalian program pengajaran
g. Penilaian program pengajaran

B. Administrasi Kesiswaan
1. Pengertian
Administrasi kesiswaan merupakan usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan tentang administrasi yang berkaitan dengan siswa dalam upaya mengembangkan potensi siswa.

2. Tujuan administrasi kesiswaan
- mengetahui data siswa
- mengetahui potensi siswa
- mengetahui, membina dan mengembangkan kemampuan siswa

3. Administrasi kesiswaan meliputi hal-hal berikut ini :
a. Penerimaan Siswa Baru
b. Mutasi Siswa
c. Penatalaksanaan Kesiswaan
Penatalaksanaan Kesiswaan meliputi hal-hal berikut ini :
1) Buku Induk
2) Buku Klaper
3) Buku Hadir Siswa
4) Buku Agenda Kelas
5) Buku Nilai
- Buku Nilai Mata Pelajaran
- Buku Nilai Pribadi Siswa
6) Daftar Keadaan Siswa
7) Laporan Kenaikan Kelas / Kelulusan

8) Daftar Calon Peserta Ujian Akhir
d. Pembinaan Kesiswaan
Kegiatannya meliputi penyaluran aktivitas siswa dalam hal :
1) kepemimpinan
2) keagamaan ( pesantren kilat bagi agama Islam)
3) budi pekerti
4) berbangsa dan bernegara
5) kewirausahaan
6) kesegaran jasmani
7) pengembangan kreasi dan seni
8) kepramukaan
e. Pelayanan Khusus Siswa
Pelayanan khusus terdiri atas :
1) bimbingan dan konseling
2) perpustakaan dan sumber belajar lainnya
3) beasiswa
4) transportasi
5) kantin / warung sekolah
6) asrama
7) kesehatan
8) pengayaan
9) remidial
10) karyawisata

C. Administrasi Kepegawaian
1. Pengertian
Adalah kegiatan mencakup penetapan norma, standar, prosedur, pengangkatan,
pembinaan, penatalaksanaan, kesejahteraan dan pemberhentian tenaga kependidikan
sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah.
2. Tujuan
Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan kepastian hukum bagi tenaga
kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan tugas dan fungsi, wewenang dan
tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

3. Komponen Administrasi Kepegawaian
a. Penyusunan formasi
b. Pengadaan pegawai
c. Kenaikan pangkat
d. Pembinaan dan pengembangan karier pegawai
e. Ketatalaksanaan tenaga kependidikan
1) Pembuatan Buku Induk Pegawai
2) Daftar Urut Kepegawaian ( DUK )
3) Kartu Pegawai ( KARPEG )
4) Tabungan Asuransi Pegawai ( TASPEN )
5) Asuransi Kesehatan ( ASKES )
6) Kartu Istri ( KARIS ) dan Kartu Suami ( KARSU )
f. Pemberhentian Pegawai
Pemberhentian pegawai PNS dapat dibedakan seperti berikut :
1) Pemberhentian atas permintaan sendiri
2) Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun
3) Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi
4) Pemberhentian karena melakukan pelanggaran
5) Pemberhentian karena tidak cakap jasmani dan rohani
6) Pemberhentian karena meninggalkan tugas
7) Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang
4. Ketenagaan
Dilihat dari jenisnya ketenagaan di SD terdiri atas :
a. Kepala Sekolah
b. Guru ( kelas, agama, penjaskes, muatan lokal )
c. Tenaga Administrasi / TU
d. Penjaga Sekolah / kebersihan sekolah
e. Tenaga Fungsional lainnya ( Guru BP, Pustakawan, laboran dan teknisi sumber
belajar )
Dilihat dari statusnya, ketenagaan di SD terdiri atas :
a. pegawai negeri sipil ( PNS )
b. guru tidak tetap
c. guru bantu
d. tenaga sukarela
D. Administrasi Perlengkapan / Barang
1. Pengertian
Administrasi perlengkapan / barang merupakan kegiatan yang berkenaan dengan
pengaturan sarana yang ada di sekolah agar dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.
2. Tujuan
Tujuan Administrasi perlengkapan / barang adalah untuk menyelenggarakan
a. pengadaan perlengkapan / barang yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan
b. pendayagunaan perlengkapan / barang yang ada secara optimal
c. terpelihara / terawatnya perlengkapan / barang yang ada secara baik
d. penghapusan perlengkapan / barang yang rusak dan atau hilang
3. Komponen Administrasi Perlengkapan / Barang
a. Identifikasi kebutuhan
b. Perencanaan
c. Pengadaan
d. Penyimpanan
e. Penataan
f. Pemeliharaan dan Pengawasan
g. Inventarisasi
h. Tata cara penghapusan

E. Administrasi Keuangan
1. Pengertian
Suatu usaha dan kegiatan pengaturan uang yang meliputi kegiatan perencanaan, sumber
keuangan, pengalokasian, penganggaran, pemanfataan dana, pembukuan, penyimpanan,
pemeriksaan dan pengawasan, pertanggung jawaban dan pelaporan uang yang digunakan
dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
2. Tujuan
Tujuan administrasi keuangan sekolah adalah untuk mewujudkan
a. penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan secara efisien
b. terjaminnya kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah
c. tercegahnya kekeliruan, kebocoran atau penyimpangan penggunaan dana
d. terjaminnya akuntabilitas perkembangan sekolah


3. Komponen Administrasi Keuangan
Komponen administrasi keuangan meliputi, kegiatan sebagai berikut ini
a. Kegiatan Perencanaan
Perencanaan keuangan terdiri atas
- perencanaan jangka pendek
- perencanaan jangka menengah
- perencanaan jangka panjang
b. Sumber Keuangan
c. Pengalokasian
Alokasi tersebut terdiri atas :
- alokasi pembangunan, baik pembangunan fisik ( penambahan fasilitas ) maupun
   nonfisik ( pendidikan dan latihan pegawai )
- alokasi kegiatan rutin, seperti belanja pegawai, kegiatan belajar mengajar,
   pembinaan kesiswaan dan kebutuhan rumah tangga
d. Penganggaran
e. Pemanfaat Dana
f. Pembukuan
1) Prinsip pembukuan meliputi
a) pemasukan dan pengeluaran keuangan tercatat secara tertib, disertai dengan
bukti tertulis sesuai aturan yang berlaku
b) pencatatan siap diberikan setiap saat
c) pembukuan dilakukan secara terbuka
2) Jenis pembukuan terdiri atas
- buku kas umum
- buku per mata anggaran
- buku kas harian
- buku surat perintah membayar uang / giro
- buku bank
- buku pembantu lainnya sesuai dengan kebutuhan
g. Pemeriksaan dan Pengawas
h. Pertanggungjawaban dan Pelaporan



F. Administrasi Peran Serta Masyarakat
1. Pengertian
Pengaturan yang berkaitan dengan keikutsertaan / kontribusi dan tanggung jawab secara fisik, mental dan emosional baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok
masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah.
2. Tujuan
a. memajukan kualitas belajar
b. meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak
c. meningkatkan keserasian kehidupan sekolah dengan kehidupan di masyarakat
d. memotivasi masyarakat dalam membantu program sekolah
e. mewujudkan tanggungjawab bersama antar pihak sekolah dan masyarakat terhadap
kualitas pendidikan
3. Hasil Peran Serta Masyarakat
a. kesamaan persepsi masyarakat dan pihak sekolah tentang pentingnya partisipasi
masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan
b. keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan tentang pengembangan
sekolah
c. keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah
d. keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan penilaian dalam keberhasilan sekolah
e. keterlibatan masyarakat dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan program
sekolah
4. Teknik Peran Serta Masyarakat
a. secara individual, yaitu dilakukan oleh masyarakat secara sukarela dalam
menyampaikan saran atau sumbangan lainnya untuk kepentingan sekolah
b. secara organisasi, yaitu melalui organisasi masyarakat yang ada di sekolah
c. melalui media cetak dan elektronik
5. Langkah-langkah Peran Serta Masyarakat
a. mengidentifikasi potensi masyarakat untuk berperan serta dalam pelaksanaan program pendidikan
b. membentuk organisasi peran serta masyarakat
c. menyusun program peran serta masyarakat
d. melaksanakan program peran serta masyarakat
e. mengevaluasi peran serta masyarakat

6. Prinsip-prinsip Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan
a. Kerjasama dilandasi dengan itikad baik oleh kedua belah pihak
b. Dalam partisipasinya, masyarakat tetap menghormati segala peraturan yang berlaku di sekolah
c. Dalam hal teknis edukatif, masyarakat tidak diperkenankan untuk campur tangan. Ini merupakan otoritas guru dan sekolah yang bersangkutan
d. Peran serta masyarakat dapat dibina secara terus menerus yang diorientasikan pada
tujuan peningkatan kualitas pendidikan

D.    ASPEK – ASPEK SUPERVISI PENDIDIKAN

Menurut Drs. N. A. AMETEMBUN Dosen Pendidikan I. K. I. P Bandung adalah
■ Arti morfologis
Supervision (inggris) :
Super : atas, vision : visi
Jadi supervise artinya : lihat dari atas
■ Arti semantik
Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.

INSPEKSI DAN SUPERVISI
Inspeksi : inspectie (belanda) yang artinya memeriksa
Orang yang menginsipeksi disebut inspektur
Inspektur dalam hal ini mengadakan :
→ Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan sebagaimana mestinya
→ Correcting : memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/digariskan
→ Judging : mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak
→ Directing : pengarahan, menentukan ketetapan/garis
→ Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik
Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut supervisor pendidikan.
Supervisi bercirikan :
Research :meneliti situasi sebenarnya disekolah
Evalution : penilaian
Improvement :mengadakan perbaikan
Assiatance :memberikan bantuan dan bimbingan
Cooperation :kerjasama antara supervisor dan supervised ke arahperbaikan situasi
Kepengawasan pendidikan di Indonesia dewasa ini mengalami masa transisi dari inspeksi kea rah supervise yang dicita-citakan. Yang disebut supervisor pendidikan bukan hanya para pejabat/petugas dari kantor pembinaan, kepala sekolah, guru-guru dan bahkan murid pun dapat disebut sebagai supervisor, bila misalnya diserahi tugas untuk mengetuai kelas atau kelompoknya.

PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN
1. Prinsip-prinsip fundamental
Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan Indonesia. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati.
2. Prinsip-prinsip praktis
a. Negatif
Þ Tidak otoriter
Þ Tidak berasas kekuasaan
Þ Tidak lepas dari tujuan pendidikan
Þ Bukan mencari kesalahan
Þ Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil
b. Positif
Þ Konstruktif dan kreatif
Þ Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri
Þ Propessional
Þ Sanggup mengembangkan potensi guru dkk
Þ Memperhatikan kesejahteraanguru dkk
Þ Progresif
Þ Memperhitungkan kesanggupan supervised
Þ Sederhana dan informal
KETERAMPILAN-KETERAMPILAN SUPERVISOR PENDIDIKAN
1. Keterampilan dalam kepemimpinan (leadership)
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan yang dipimpin
Þ Working on : wibawa (power on)
Þ Working for : pembantu bagi orang yang disupervisi
Þ Working mithin : bersama-sama
2. Keterampilan dalam proses kelompok
Supervisor harus terampil :
Þ Membangkitkan semangat kerjasama
Þ Merumuskan tujuan
Þ Merencanakan bersama
Þ Mengambil keputusan bersama
Þ Menciptakan tanggung jawab bersama
Þ Menilai dan merivisi bersama
3. Keterampilan dalam hubungan insani (human relation)
Supervisor tidak semata-mata berurusan dengan aspek meteril tetapi berhadapan dengan manusia-manusia yang berbeda perilaku.
Hubungan pribadi : pribadi orang yang bersangkutan
Hubungan fungsionil : fungsi yang dijalankan seseorang
Hubungan instrumental : didasarkan atas pandangan memperalat bawahan
Hubungan konsensionil : didsarkan atas kebiasaan atau kelaziman yang berlaku.
4. Keterampilan dalam administrasi personal
Supervisor harus terampil :
Menyeleksi anggota/karyawan baru
Mengorientasi anggota/karyawan baru
Menempatkan dan menugaskan sesuai kecakapan
5. Keterampilan dalam evaluasi (evaluation)
Merumuskan tujuan dan norma-norma
Mengumpukan fakta-fakta perubahan
Menterapkan criteria dan menyusun pertimbangan
Merevisi rencana yang disusun

TIPE-TIPE SUPERVISOR PENDIDIKAN
1. Otokratis : supervisor penentu segalanya
2. Demokratis : mementingkan musyawarah mufakat dan bekerjasama atau gontong royong secara kekeluargaan.
3. manipulasi diplomatis : mengarahkan orang yang disupervisi untuk melaksanakan apa yang dikehendaki supervisor dengan cara musulihat
4. laissez-faire : memberikan kebebasan dan keleluasan kepada orang yang disupervisi untuk melakukan apa yang dianggap mereka baik.


JENIS-JENIS SUPERVISI PENDIDIKAN BERDASARKANPROSESNYA
1. Koraktif : lebih mencari kesalahan
2. Preventif : mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
3. Konstruktif : membangun (dapat memperbiki jika terjadi kesalahan)
4. Kreatif : menekankan inisiatif dan kebebasan berfikir

TEKHNIK SUPERVISI PENDIDIKAN
1. Tekhnik kelompok : cara pelaksanaan supervise terhadap sekelompok orang yang disupervisi
2. Tekhnik perorangan : dilakukan terhadap individu yang memiliki masalah khusus.

METODE SUPERVISI
1. Metode langsung : alat yang digunakan mengenai sasaran supervise
2. Metode tak langsung : mempergunakan berbagai alat perantara (media)

PROGRAM SUPERVISI PEDIDIKAN
Suatu program supervisi pendidikan adalah rangka program perbaikan pendidikan dan pengajaran.
1. perancanaan
Perancaan adalah pemikiran dan perumusan tentang apa, bagaimana, mengapa, siapa, kapan dan dimana.
a. prinsip-prinsip : kooperatif, kreatif, komprehensif, flexible, kontinu
b. Syarat-syarat :
Þ tilikan jelas tentang tujuan pendidikan
Þ pengetahuan tentang mengajar yang baik
Þ pengetahuan tentang pengalaman belajar murid
Þ pengetahuan tentang guru-guru
Þ pengetahuan tentang murid-murid
Þ pengaetahuan tentang masyarakat
Þ pengetahuan tentang sumber-sumber fisik
Þ factor biaya
Þ factor waktu
c. proses : merumuskan what, why, how, who, when, where
2. organisasi program
a. pola-pola :
→ horizontal
→ vertical
b. langkah-langkah mengorganisir program :
Þ persiapakan suasana
Þ pertimbangan situasi
Þ penyusunan program
Þ pembagian tanggung jawab
Þ perwujudan program
Þ pembinaan perkembangan program
Þ integrasikan program dengan masyarakat
Þ persiapan program evaluasi

3. evaluasi
Evaluasi dalam hubungannya dengan pendidikan adalah menentukan sampai dimana tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan telah tercapai.
a. prinsip-prinsip
Þ rencana harus komprehensif
Þ penyusunan harus kooperatif
Þ program harus kontinu dan berinteraksi dengan kurikulum
Þ lebih menggunakan data yang objektif daripada yang subyektif
b. proses
Þ merumuskan tujuan evaluasi
Þ menyeleksi alat-alat evaluasi
Þ menyusun alat-alat evaluasi
Þ menerapkan alat-alat evaluasi
Þ mengelola hasil
Þ menyimpulkan
c. aspek-aspek yang dievaluasi :
Þ peronil → murid, guru, karyawan, wali murid, kepsek, supervise
Þ materiil → kurikulum, perlengkapan sekolah, administrasi, perlengkapan murid
Þ operational → proses kepemimpinan, proses mengajar, usaha kesejahtraan personil, usaha integrasi sekolah dan masyarakat
4. alat-alat :
a. Objektif :
Þ ujian karangan (essay examination)
Þ ujian objektif
b. lebih ke subjektif
Þ observasi
Þ wawancara
Þ angket
Þ checklist dan rating-scale
Þ laporan pribadi dan tekhnik projektif

ETIKA JABATAN SUPERVISOR PENDIDIKAN
Etika suatu jabatan (professional ethics) yang dirumuskan dalam kode etika jabatan (profesi) tersebut memuat nilai-nilai atau norma yang merupakan pedoman bagi sikap dan tingka laku para pejabat yang berkeahlian dibidang yang bersangkutan.
Prinsip-prinsip :
→ cinta kasih sebagai prinsip pokok setiap etika jabatan (lebih universalistic sifatnya).
→ pancasila dapat merupakan pula prinsip pokok yang bersifat nasionalistik yang hendak
     menjiwai setiap etika jabatan bangsa Indonesia.
Code etika supervise pendidikan :
1. Hubungan dengan orang yang disupervisi : guru dan murid
→ supervisor hendaklah jujur dan adil
→ supervisor hendaklah membina perkembangan potensialitas
→ supervisor hendaklah memberi kesempatan dan bantuan
2. Hubungan dengan orang tua dan masyarakat
→ supervisor hendaklah memelihara hubungan kerjasama yang baik
→ supervisor hendaklah mengindahkan moral dan adapt istiadat dalam masyarakat
3. Hubungan dengan rekan seprofesi
→ supervisor hendakalah memelihara dan mengembangkan rasa solidaritas
→ supervisor hendaklah jujur dan toleran
4. Hubungan dengan profesi supervise pendidikan
→ supervisor hendaklah selalu bersikap dan bertindak professional
→ supervisor hendaklah berusaha mewujudkan dan mengembangkan karya supervisi
5. Hubungan dengan tuhan
→ supervisor mempasrahkan diri kepada Tuhan YME
→ setia melakukan kewjiban-kewjibannya terhadap Tuhan YME


MASALAH-MASALH YANG DIHADAPI SUPERVISI PENDIDIKAN
a. Perbedaan konsep inspeksi dan supervise pendidikan
1. pebedaan fungsi
→ inspeksi merupakan suatu jabatan (position) dalam suatu jawatan
→ supervise merupakan suatu fungsi (funcition) untuk membina perbaikan suatu situasi
2. perbedaan prinsip
→ inspeksi dilaksanakan berdasarkan prinsip otokrasi/inspector, atau pengawas
→ supersvisi dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi yang dijiwai oleh fasafah pancasila
b. Pebedaan interpretasi terminologis
c. Pebedaan aktualisasi fungsi sebagai administrator dan supervisor pendidikan
→ administrator berfungsi mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan baik
→ supervisor berfungsi membina agar sesuatu itu berjalan secara lebih baik dan lebih lancar lagi (meningkatkan mutu) dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan
d. Perbedaan konsepsional tentang kepemimpinan dan kekuasaan
→ kekuatan (mendapat yang diberikan tidak disertai wewenang bertindak, sehingga bukan hanya sulit, ia juga tidak tau apa yang menjadi wewenangnya.

MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI SUPERVISOR
1. Masalah dan proporsinya
Þ kadang-kadang sesuatu hal tidak dianggap suatu problem, karena hanya merupakan sebab timbulnya suatu problem
2. Masalah praktis
Þ masalah-maslah kepemimpinan (leadership)
Þ masalah-masalah proses kelompok (group proses)
Þ masalah-masalah hubungan insani (human relation)
Þ masalah-masalah penilaian (evaluation)

RESPONSI TERHADAP MASALAH-MASALAH SUPERVISI
1. Berpedomankan prinsip
Yaitu prinsip pendidikan dan prinsip-prinsip supervise pendidikan, baik yang fundamental maupun yang praktis.

2. Bekerja sistematis
Þ mengumpulkan data yang merupakan masalah
Þ mengumpulkan sebab
Þ memilih dan mengklasifikasikan sebab-sebab yang kiranya dapat dianggap berlaku pada persoalan itu
Þ mampertimbangkan dan membandingkan sebab
Þ manyimpulkan dan meninjau segala kemungkinan yang dapat meniadakan sebab timbulnya masalah
Þ menyusun tahap-tahap penyelesaian data
3. Berkepribadian
Kepribadian yang telah terintegrasi yan sanggup mengambil keputusan dengan penuh rasa tanggung jawab, akan lebih memudahkan dan mengefektifkan pemecahan-pemecahan masalah hidup.

E.     HUBUNGAN ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

Administrasi dan supervisi mempunyai hubungan yang sangat erat. Sebenarnya admiinistrasi dan supervisi tidak dapat dipisahkan, tetapi dalam hal-hal tertentu keduanya dapat dibedakan.

Ø  Kegiatan administrasi didasarkan pada kekuasaan, sedangkan supervisi didasarkan pada bimbingan dan pemb inaan.
Ø  Tugas administrasi meliputi keseluruhan bidang tugas di sekolah, termasuk manajemen sekolah. Sedangkan supervisi adalah sebagian dari tugas pengarahan satu segi manajemen sekolah.
Ø  Administrasi bertugas menyediakan semua kondisi yang diperlukan untuk pelaksanaan program pendidikan, sedangkan supervisi menggunakan kondisi-kondisi yang telah disediakan itu untuk peningkatan mutu belajar mengajar.























































BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1.      Administrasi pendidikan sangat berguna dalam dunia pendidikan, dalam proses administrasi segala bidang apasaja baik siswa, guru, kurikulum dan lain-lain.
2.      Supervisi pendidikan membantu pendidikan dalam mengembangkan, memperbaiki, mengontrol serta mengevaluasi jalannya pendidikan sekolah.
B. Saran-Saran
            Setelah mempelajari aspek-aspek administrasi dan supervisi pendidikan ini sudah seharusnya kita dapat mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan guna memperbaiki baik kurikulumnya maupun etos kerja sehingga dapat mendapatkan out put yang baik.

















DAFTAR PUSTAKA



Ahmadi, Abu. Administrasi Peendidikan. Semarang CV Toha Putra, 1981.
H.M Daryanto, Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Muhammad Syafii, Proses terciptanya alam semesta menurut Al-Qur’an dan perbandingan dengan ilmuan barat, (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2556738
Swearingen in Supervision of Instruction, New York Prentice Hall, Englewood Cliffs, 1961.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar